Dunia_Ciebeck

Welcome to My Blog
Instagram : @indri_ciebeck
Youtube : Dunia Ciebeck

Kamis, 25 Februari 2021

Pengalaman Kuliah dan Kerja di Perantauan Hingga ke Luar Negeri part 1

    Kuliah adalah cita-cita impossible ku dari SMA, mengingat aku berasal dari keluarga yang tidak mampu untuk membiayai kuliah, bahkan waktu SMA pun sekolahku dapat bantuan dari pemerintah. Pernah berpikir untuk menabung dari pertama masuk SMA, tapi bagaimana aku bisa menabung jika uang yang aku kumpulkan habis untuk keperluan sekolah,itu pun masih kurang aku harus mencari uang tambahan dengan menjual barang bekas, jambu mede, kepompong dan berbagai hasil pertanian kedua orang tuaku yang aku dapatkan dari membantu orang tuaku bertani. Aku masih bersyukur masih diberi kesempatan untuk sekolah lagi, sempat ku putus asa karena aku tak mampu bersekolah di sekolahan yang aku inginkan, tapi aku berfikir jika di luar sana masih banyak yang tak bisa sekolah, aku yang dikasih kesempatan tak boleh aku membuangnya. 


    Setelah lulus SMA aku putuskan untuk bekerja di perantauan. Aku bertekat jika selama satu tahun aku bisa mengumpulkan uang untuk kuliah saya akan melanjutkan study ku yang sempat aku tunda. Syukur Alhamdulillah akhirnya aku mampu mengumpulkan uang yang saya pikir cukup untuk pendaftaran pertama masuk kuliah. Dengan uang yang aku kumpulkan dari hasil kerjaku selama satu tahun itu ternyata belum sanggup untuk masuk ke universitas yang aku inginkan, aku ingin  sekali masuk di Universitas Indonesia. Tapi apa daya uangku tak cukup untuk mendaftar di Universitas tersebut bahkan aku tak mampu mendapatkan universitas/sekolah tinggi/ akademi yang terdapat jurusan yang aku inginkan. Aku ingin sekali kuliah mengambil jurusan kimia atau design animator, kedua jurusan itu memerlukan biaya yang dengan uangku tersebut tak akan sanggup,mengingat aku juga akan memulai hidup menjadi anak kost, sehingga harus banyak yang dibeli dan dibayar. Dimana setahun sebelumnya saya ikut saudara ku. 

    Bukan hanya biaya kuliah yang menjadi pertimbanganku saat itu, transportasi, jarak tampas kost dan tempat kerja juga tempat kuliah nantinya harus sesuai dengan budget yang aku keluarkan dan aku dapatkan. Tak hanya itu waktu kerja dan kuliah juga menjadi pertimbangannya. Aku mencari tempat kuliah yang menyediakan kuliah karyawan, sehingga waktu belajar dan bekerja tidak akan terganggu. Akhirnya aku kuliah dan ambil jurusan bahasa inggris di Sekolah Akademi Bahasa Asing yang terdekat dengan tempat kerja dan tempat tinggal. 

    Waktu itu saya ambil jurusan tersebut karena sudah kehabisan waktu untuk pendaftaran untuk kuliah tahun itu. Saya tidak berfikir panjang saya ambil jurusan tersebut, dengan meyakinkan diri ini pasti akan bermanfaat meski bukan jurusan yang benar-benar saya inginkan. Dibenak saya waktu itu dengan kulaih bahasa Inggris saya bisa berkomunikasi dengan orang International. karena saya ingin sekali bisa pergi keluar Negeri walaipun hanya sekali seumur hidup dan ketempat terdekat. Sehingga dengan belajar bahasa inggis akan bermanfaat untuk berkomunikasi saat saya suatu saat di Negeri sebrang. 

    Tak hanya itu yang ada dalam benak saya waktu itu, kelak jika saya pempunyai keluarga dan anak-anak saya ingin mendidik anak saya untuk bisa belajar bahasa inggris sejak dini. Saya tidak ingin anak saya kelak nanti terlambat menguasai bahasa internatinal seperti yang saya alami. Sehingga saya harus bisa bahasa inggris untuk bisa di salurkan ke anak.
    

    Jujur saja saya waktu masih sekolah di bangku SMA SMP dan SD, emmm sepertinya waktu SD saya tidak ada bahasa inggris, ah ada hanya beberapa bulan terakhir saat kelas 6. Jujur Bahasa Inggris saya kurang tapi bukan berarti tidak bisa, hanya saja minat kurang untuk bahasa. Waktu dulu hanya ingin menguasai yang berhubungan dengan hitung-hitungan saja. Bukti saya ikut lomba matematika saat SMP meskti gugur saat menyelisihan yang diikuti berbagai sekolah dari berbagai kecamatan di kabupaten saya. Tapi bukan berarti saya belajar bahasa inggisnya seadannya saja. Waktu SMP saya belajar ENGLISH & COMPUTER TRAINING dan mendapat sertifikat 3 kali selama 3 tahun.
    

    Waktu SMA saya juga belum ada ketertarikan untuk bahasa Inggris. Tetapi guru bahasa inggis saya mempercayakan saya untuk ikut lomba Debate bahasa inggris. Ya walaupun akhirnya gagal juga saat penyelisihan kabupaten. Tapi itu adalah pengalaman yang mengesankan. Melihat lawan lain yang memang sekolahnya full inggris berbicara bahasa inggris lancar waktu itu sunggu mengaggumkan. Itu membuat saya ingin suatu saat nanti bisa seperti mereka, karena sokolah saya belum ketat untuk bahasa inggrisnya. 

(NOTE : aku terusin nanti lagi ya )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar